Team Assault didiskualifikasi dari SEA DPC karena share akun

1X24JAM.COM,  Tim Assault Malaysia dinyatakan bersalah setelah diketahui menggunakan share akun oleh penyelenggara liga regional SEA DPC, PGL, pada Kamis (14 Januari).

Tim Assault adalah salah satu dari delapan tim yang lolos ke Lover Division liga regional SEA DPC setelah menempati empat besar di Tahap 2 Closed Qualifier.

Beberapa pemain di Tim Assault termasuk mantan pemain LGD.int Wang "Gy" Kok Guan dan Raymond "Rayy" Lalu Wan Jia serta veteran Siong Tait "JoHnNy" Lee.

PGL tidak menyebutkan nama atau nick pemain dari Tim Assault yang terbukti bersalah atas kasus share akun. Dalam konteks kejadian ini, share akun mengacu pada seorang pemain yang membagikan akun Dota 2 miliknya kepada pemain lain sehingga yang terakhir dapat bermain dalam pertandingan profesional sambil menyamar sebagai pemain.

Kecurigaan seputar perilaku Tim Assault mulai muncul pada 10 Januari, ketika mereka secara mengejutkan mengalahkan Tim ZeroTwo, 2-0, selama Tahap 2 Closed Qualifier dari liga regional SEA DPC.

Hasil dari match tersebut menarik perhatian banyak orang, karena ZeroTwo adalah satu-satunya yang diharapkan mengalahkan Team Assault. ZeroTwo adalah salah satu tim paling bertalenta di babak kualifikasi, dengan nama-nama besar seperti Randy Muhammad "Dreamocel" Sapoetra, Ng Kee "ChYuan" Chyuan, dan Muhammad "inYourdreaM" Rizky termasuk dalam rosternya.

Tak lama setelah kekalahan ZeroTwo, offlaner ZeroTwo, Lee “X1aOyU” Qianyu, menyuarakan kecurigaannya di sebuah game publik dengan streamer Indonesia Ramzi "Ramz" Bayhaki dan mengatakan bahwa menurutnya pemain Newbee yang dilarang sebenarnya adalah yang bermain melawan mereka menggunakan akun Pemain Tim Assault.

Setelah menjadi salah satu organisasi Tiongkok teratas di Dota2, Newbee tersandung skandal pengaturan pertandingan besar-besaran pada Mei tahun lalu. Tim tersebut dilarang tanpa batas untuk berpartisipasi dalam turnamen yang diselenggarakan oleh penyelenggara besar Tiongkok tak lama setelah itu, dengan Valve juga memberi mereka larangan seumur hidup untuk berpartisipasi dalam DPC dan acara yang diselenggarakan Valve lainnya awal bulan ini.

Skandal itu mengguncang suasana, karena melibatkan organisasi, Newbee, serta pemain, Zeng "Faith" Hongda, yang sebelumnya memenangkan The International (TI). Newbee memenangkan TI4 pada 2014 sementara Faith memenangkan TI2 pada 2012 sebagai anggota Invictus Gaming.

X1aOyU menunjukkan bahwa pemain Team Assault bermain terlalu bagus dan ping mereka menunjukkan bahwa mereka bermain dari China, bukan Malaysia. Ia kemudian menambahkan, pihaknya sudah melaporkan kecurigaan tersebut ke PGL.

Selanjutnya slot kosong yang ditinggalkan Tim Assault diisi oleh Tim Indonesia yaitu Army Geniuses.

Related Posts