Kontrofersi Pajak Dalam UU Omnibuslaw

1X24JAM.COM,  Pemerintah dan DPR menyelipkan empat revisi undang-undang terkait perpajakan dalam Omnimbus Law Cipta Kerja. Padahal, revisi UU tersebut semula akan masuk dalam Omnimbus Law Perpajakan.⁣⁠

Wakil Ketua Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat Achmad Baidowi menjelaskan, klaster perpajakan memang tidak masuk dalam usulan awal, tetapi mucul seiring perkembangan pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja. Masuknya klaster perpajakan dalam beleid tersebut juga telah dibahas oleh Panitia Kerja Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja.

"Yang terpenting disampaikan dalam forum resmi panja," kata Baidowi , Kamis (8/10).

Pemerintah sebenarnya lebih awal menyampaikan RUU Omnibus Law Perpajakan dibandingkan RUU Cipta Kerja kepada DPR meski hanya selang beberapa hari. RUU Omnibus Law Perpajakan sendiri belum sama sekali dibahas oleh pemerintah dan DPR. Ini, menurut Baidowi, karena pemerintah selaku pengusul beleid tersebut hingga kini belum mengajukan permintaan pembahasan dengan DPR. ⁣⁠

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan masuknya beberapa revisi UU Perpajakan dalam UU Cipta Kerja terjadi karena sebagian revisi UU yang seharusnya masuk dalam Omnimbus Law Perpajakan sudah diatur dalam UU Nomor 2 tahun 2020. Dengan demikian, revisi UU perpajakan yang masuk dalam UU Cipta Kerja adalah bagian dari Omnimbus Law Perpajakan yang belum masuk di UU Nomor 2.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengatakan revisi aturan perpajakan yang ada dalam Omnimbus Law Cipta Kerja merupakan klaster yang berkaitan dengan ekosistem dan investasi. Keempat UU yang dimaksud yakni aturan terkait Pajak Penghasilan, Ketentuan Umum Perpajakan, Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta Pajak dan Retribusi Daerah.

"Jadi kalau ada yang menyatakan bahwa ini suatu pemasukan pasal-pasal dari UU Omnimbus Law Perpajakan, itu tidak benar karena sudah ada pembahasannya dengan DPR," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers pemerintah terkait UU Cipta Kerja, Rabu (7/10).

Related Posts